Perbandingan Nasionalisme Jepang dan Indonesia

Dari beberapa pengertian tersebut, dapat dilihat bahwa nasionalisme itu mencakup beberapa aspek berikut:

  1. Rasa cinta tanah air atau patriot.

    Dengan jiwa patriot, seseorang akan melakukan sesuatu hal atas nama bangsa yang dibelanya. Meski apa yang dilakukannya itu tidak berdampak langsung, anggapan sebagai satu bangsa menjadi dasar pemikiran yang harus diperjuangkan.

  2. Adanya nation-state.

    Nation-state atau negara-bangsa adalah suatu perjanjian antara rakyat dan pemerintahnya yang mewakili rakyat, memberikan kepada rakyat sebuah perasaan bahwa mereka adalah bagian dari sebuah kesatuan meski tanpa batas-batas geografis yang jelas. Konsep mengenai nation-state ini memberikan negara sebuah kesetian rakyat yang rela berkorban atas nama sebuah negara yang terbentuk dari konstruksi abstrak tentang negara-bangsa.

  3. Konsep teritori.

    Sebagai dampak dari nasionalisme, sebuah bangsa mengakui posisinya akan sebuah wilayah. Wilayah ini yang kemudian akan membentuk identitas bangsa ke arah yang lebih konkrit. Meski wilayah ini pun terdiri dari wilayah milik berbagai suku bangsa yang terpisah, namun rasa nasionalisme itu mampu menyatukan ini semua. Seperti kasus blok Ambalat antara Indonesia-Malaysia. Meski blok Ambalat terletak di kawasan Kalimantan, seluruh rakyat Indonesia dari luar Kalimantan pun ikut bangkit jika ada wilayahnya yang hendak dicaplok oleh Malaysia.

1 thought on “Perbandingan Nasionalisme Jepang dan Indonesia”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *